Persahabatan  emang sulit sekali dibangun banyak sekali percobaan yang kita hadapi, banyak sekali rintangan untuk dilewati namun persahabatan adalah teman kita di masa depan seperti ada kata mutiara:  Kawan aku gak akan ada jika kau tak ada
karenamu aku berarti
karenamu juga aku punya alasan untuk terus menatap masadepan
Tanpamu aku kosong kerena memang hanya sahabat yang menjadikan aku manusia bermakna.Ini adalah satu kata mutiara yang aku kutip dari buku- buku yang pernah aku baca dan aku ingat. Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkanbesi, Demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan
diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,
diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,
namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan
dengan tujuan kebencian.Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan
untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya
ia memberanikan diri menegur apa adanya.

https://alamindoraya.files.wordpress.com/2011/04/friendship-grey-children-image-31000.jpg?w=300

Sahabat selalu menemani kita dalam suatu masalah, dikala sepi sendiri kita dapat dibuat tertawa olehnya oleh karena itu sahabat sangatlah penting, oleh karena itu carilah teman sebanyak- banyaknya  untuk kita jadikan mereka sebagai sahabta kita yang baik hati dan jadikan rekan kita dimasa mendatang. Sahabat susah dilupakan dibandingkan teman biaasa, sahabat lebihlah berarti. Seperti ada pepatah: Pacar bisa saja putus
bahkan keluargapun bisa saling bermusuhan , Tetapi tidak dengan sahabat
Sahabat tulus tanpa tendensi, Murni tanpa saling ingin menguasai.

Sabahat selalu menemani kita dalam suka dan duka, selain itu sahabat juga memberikan sisi positif dalam kehidupan kita terhadap harapan dan cita- cita.

Demikianlah kata- kata yang dapat aku tulisaka, pahamilah arti dari sahabat di salam hatimu karena tanpa sahabat , tanpa teman hidup kita tak berarti lagi. Terima kasih.. GBU . FRIENS are very  important in my life

writen by Hanyen Tenggono